Minggu, 14 September 2025

Putri r.s⁠♪

Di tepi hutan yang luas, hiduplah seekor kancil yang sangat cerdik dan licik. Suatu hari, Kancil ingin menyeberangi sungai yang arusnya deras untuk mencari buah-buahan segar di seberang sana. Namun, sungai itu dalam dan lebar, dan di dalamnya tinggal banyak buaya yang rakus dan siap memangsa siapa saja. 
Kancil tidak kehilangan akal. Ia segera menghampiri tepi sungai dan memanggil para buaya. "Hai Buaya-buaya! Aku punya kabar gembira dari Raja Hutan! Beliau memerintahkan aku untuk menghitung jumlah kalian, karena akan ada pesta besar dan Raja ingin tahu berapa banyak daging yang akan disiapkan untuk hidangan," kata Kancil dengan suara yang meyakinkan. 
Buaya-buaya yang mendengar perkataan Kancil menjadi penasaran. "Benarkah itu, Kancil? Bagaimana caranya kami bisa membantumu?" tanya salah satu buaya. 
"Mudah saja," jawab Kancil. "Berbarislah kalian berjajar di atas sungai ini. Nanti, aku akan melompat di punggung kalian sambil menghitung jumlah kalian. Dengan begitu, aku bisa memastikan semua buaya akan mendapatkan bagian daging yang banyak". 
Mendengar akan ada banyak daging, para buaya segera menuruti permintaan Kancil. Mereka pun berbaris rapi, membentuk jembatan panjang dari tepi sungai hingga ke seberang. Dengan langkah-langkah yang penuh perhitungan, Kancil melompat dari punggung satu buaya ke buaya yang lain sambil pura-pura menghitung. 
Begitu sampai di tepi seberang sungai dengan selamat, Kancil tertawa terbahak-bahak. "Terima kasih Buaya-buaya! Kalian telah membantu aku menyeberang sungai," seru Kancil sambil berlari masuk ke dalam hutan. 
Buaya-buaya yang merasa tertipu pun menjadi marah. Mereka sadar bahwa Kancil telah menipu mereka dan menjadikan mereka sekadar jembatan. Namun, Kancil sudah jauh dan tidak mungkin tertangkap lagi. Sejak saat itu, Kancil pun berhasil menyeberang sungai dan Kancil yang cerdik berhasil mendapatkan makanan yang ia inginkan dengan kecerdasannya, tanpa harus khawatir dimakan oleh buaya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar